Kedewasaan Mempengaruhi Keberhasilan
Seorang Pemimpin . . .
Kedewasaan adalah saat seseorang tetap
bisa bersikap tenang dan bijaksana dalam menyelesaikan sebuah situasi atau
masalah seberat apapun. Banyak orang yang menganggap dirinya dewasa tetapi
tidak memperhatikan perasaan orang lain. Karena sifat kekanak - kanakannya
tidak dapat dikalahkan, mereka hanya dapat melihat suatu masalah dari satu
sudut pandang saja dan orang itu tidak pernah merasakan apa yang orang lain
rasakan. Kedewasaan seseorang dapat di ukur dari sudut pandang pemikiran, cara
berfikir dan cara menyikapi suatu masalah bukan dari umur seseorang.
Dalam
sebuah lingkungan kerja, pasti ada
seorang pemimpin yang tentunya akan menentukan arah kepada bawahannya untuk
memajukan sebuah perusahaan. Di saat Anda berada pada sebuah posisi sebagai
seorang pemimpin, kedewasaan merupakan sebuah titik penentu apakah Anda mampu
memimpin bawahan Anda atau tidak. Tidak jarang sebagai seorang pemimpin kita
menemukan bawahan yang sulit untuk diatur baik dalam hal kinerja maupun sikap.
Dalam hal ini, kedewasaan seorang pemimpin sangat dibutuhkan.
Seorang
pemimpin yang baik akan selalu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat dan
bersikap bijaksana tanpa melibatkan keegoisannya. Keberhasilan pemimpin
tergantung dari kemampuannya bersikap dewasa, karena saat pemimpin tidak dapat
bersikap dewasa dan mementingkan kepentingannya sendiri, maka bersiaplah untuk
tidak di dengarkan. Berikut ini beberapa hal yang membutuhkan kedewasaan sikap
seorang pemimpin:
Saat menghadapi bawahan yang
menunjukkan sikap sulit di atur, posisikanlah diri Anda sebagai pembimbing dan
pahami karakter baawahan Anda.
Ketika Mood Anda sedang tidak baik
jangan pernah bawa itu menjadi masalah yang Anda limpahkan ke bawahan Anda,
apalagi jika Anda menganggap apa yang mereka lakukan selalu salah. Dalam membuat keputusan, seorang
pemimpin yang dewasa akan membuat keputusan dengan sangat bijaksana dengan
tanpa mementingkan egonya.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin
yang mampu menumbuhkan kedewasaan dalam dirinya. Dengan begitu, Anda bisa
mendapatkan kebijaksanaan dalam diri Anda.
“20 Ciri Kedewasaan Yang Sesungguhnya”
Marc & Angel (2007) mengemukakan
bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru
pada sejauhmana tingkat kematangan emosional yang
dimilikinya. Berikut ini pemikirannya tentang ciri-ciri atau karakteristik
kedewasaan seseorang yang sesungguhnya dilihat dari kematangan
emosionalnya.
1.
Tumbuhnya
kesadaran bahwa kematangan bukanlah suatu keadaan tetapi merupakan sebuah
proses berkelanjutan dan secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan dan
peningkatan diri.
2.
Memiliki
kemampuan mengelola diri dari perasaan cemburu dan iri hati.
3.
Memiliki
kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.
4.
Memiliki
kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
5. Memiliki
kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang
dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang
telah dicapai.
6. Tidak berusaha
menganalisis secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang
diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif
tentang keberadaan dirinya.
7. Memiliki
kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan
emosionalnya (emotional impulse).
8. Memahami bahwa
tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya tindakan persiapan.
9.
Memiliki
kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.
10. Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam
benaknya dan berusaha membatasi sikap egois.
11. Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs)
dengan keinginan (wants).
12. Memiliki
kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).
13. Memiliki
kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.
14.Berusaha
memperoleh kepemilikan (ownership) dan bertanggungjawab atas
setiap tindakan pribadi.
15.
Mengelola
ketakutan diri (manages personal fears)
16.
Dapat melihat
berbagai “bayangan abu-abu” diantara ekstrem hitam dan putih dalam setiap
situasi.
17. Memiliki
kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.
18. Memiliki
kesadaran akan ketidakamanan diri dan harga diri.
19. Memiliki
kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan berahi sesaat.
20. Memahami bahwa
komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.
Selamat Membaca. . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar