SELAMAT DATANG DAN TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG RICKY FIRMANSYAH
http//www.rickypasey.blogspot.com Hidup Kita Adalah Cerminan Dari Apa Yang di PIKIRKAN, UCAPKAN,& LAKUKAN

Selasa, 13 Desember 2011

Kedewasaan Mempengaruhi keberhasilan Pemimpin....


Kedewasaan Mempengaruhi Keberhasilan Seorang Pemimpin . . .

        Kedewasaan adalah saat seseorang tetap bisa bersikap tenang dan bijaksana dalam menyelesaikan sebuah situasi atau masalah seberat apapun. Banyak orang yang menganggap dirinya dewasa tetapi tidak memperhatikan perasaan orang lain. Karena sifat kekanak - kanakannya tidak dapat dikalahkan, mereka hanya dapat melihat suatu masalah dari satu sudut pandang saja dan orang itu tidak pernah merasakan apa yang orang lain rasakan. Kedewasaan seseorang dapat di ukur dari sudut pandang pemikiran, cara berfikir dan cara menyikapi suatu masalah bukan dari umur seseorang.
        Dalam sebuah lingkungan kerja, pasti ada seorang pemimpin yang tentunya akan menentukan arah kepada bawahannya untuk memajukan sebuah perusahaan. Di saat Anda berada pada sebuah posisi sebagai seorang pemimpin, kedewasaan merupakan sebuah titik penentu apakah Anda mampu memimpin bawahan Anda atau tidak. Tidak jarang sebagai seorang pemimpin kita menemukan bawahan yang sulit untuk diatur baik dalam hal kinerja maupun sikap. Dalam hal ini, kedewasaan seorang pemimpin sangat dibutuhkan.
        Seorang pemimpin yang baik akan selalu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat dan bersikap bijaksana tanpa melibatkan keegoisannya. Keberhasilan pemimpin tergantung dari kemampuannya bersikap dewasa, karena saat pemimpin tidak dapat bersikap dewasa dan mementingkan kepentingannya sendiri, maka bersiaplah untuk tidak di dengarkan. Berikut ini beberapa hal yang membutuhkan kedewasaan sikap seorang pemimpin:
Saat menghadapi bawahan yang menunjukkan sikap sulit di atur, posisikanlah diri Anda sebagai pembimbing dan pahami karakter baawahan Anda.
          Ketika Mood Anda sedang tidak baik jangan pernah bawa itu menjadi masalah yang Anda limpahkan ke bawahan Anda, apalagi jika Anda menganggap apa yang mereka lakukan selalu salah. Dalam membuat keputusan, seorang pemimpin yang dewasa akan membuat keputusan dengan sangat bijaksana dengan tanpa mementingkan egonya.
     Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menumbuhkan kedewasaan dalam dirinya. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan kebijaksanaan dalam diri Anda.

“20 Ciri Kedewasaan Yang Sesungguhnya”

     Marc & Angel (2007) mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauhmana tingkat  kematangan emosional yang dimilikinya. Berikut ini pemikirannya tentang ciri-ciri atau karakteristik kedewasaan seseorang yang sesungguhnya  dilihat dari kematangan emosionalnya.
1.    Tumbuhnya kesadaran bahwa kematangan bukanlah  suatu keadaan tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan dan secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan diri.
2.   Memiliki kemampuan mengelola diri  dari perasaan cemburu dan iri hati.
3.   Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.
4.   Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
5. Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai.
6. Tidak berusaha menganalisis  secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif  tentang keberadaan dirinya.
7. Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse).
8.    Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa    adanya  tindakan persiapan.
9.        Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.
10.  Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha  membatasi sikap egois.
11. Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).
12. Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).
13. Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.
14.Berusaha memperoleh kepemilikan  (ownership) dan bertanggungjawab atas setiap tindakan pribadi.
15.    Mengelola ketakutan diri (manages personal fears)
16.  Dapat melihat berbagai “bayangan abu-abu”  diantara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi.
17. Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.
18.      Memiliki kesadaran akan ketidakamanan  diri dan harga diri.
19. Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan berahi  sesaat.
20.    Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.

Selamat Membaca. . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar