Oleh:Ricky Firmansyah
Mahasiswa Universitas Galuh
Ciamis Jurusan FKIP Sejarah.
Terletak di Desa/Kecamatan Kawali,
kurang lebih 21 km arah utara kota Ciamis. Di
sini terdapat beberapa buah Batu Bertulis (Prasasti) yang merupakan cikap bakal
bukti keberadaan kerajaan Sunda yang dibuat pada masa pemerintahan Prabu
Niskala Wastu Kencana. Salah satu dari batu bertulis tersebut
bertuliskan "Mahayunan
Ayunan Kadatuan" yang dijadikan sebagai motto juang
kabupaten Ciamis.
Selain
batu-batu prasasti terdapat pula peninggalan lainnya berupa:
1.
Seperangkat batu disolit, yakni batu tempat pelantikan raja yang disebut Palangka.
2. Batu telapak kaki
dan tangan dengan garis retak-retak menggambarkan kekuasaan dan penanggalan
(kalender).
3. Tiga buah batu menhir:
a. Batu Panyandaan, b.
Batu Panyandangan, c. Batu Pamuruyan (alat untuk bercermin
Peninggalan Sejarah Objek Wisata Situs Kawali yang disebut juga Astana
Gede dikenal sebagai komplek pusatnya peninggalan sejarah dan budaya masa lalu
di Kabupaten Ciamis, yaitu pada masa kerajaan galuh sekitar abad ke- 14
masehi.
Astana gede Kawali di Ciamis merupakan
tempat suci pada masa pemerintahan kerajaan sunda galuh di kawali. Pada jaman
dahulu astana gede bernama kabuyutan Sanghiang Lingga Hiang menurut perkiraan
penulis disebut astana gede ( astana= makam dan gede= besar ), setelah diatas
punden berundak tempat pemujaan raja-raja kawali terdahulu yang masih menganut
agama hindu, kemudian digunakan makam orang besar yaitu Adipati Singacalak
sebagai raja kawali tahun 1643 - 1718 M keturunan Sultan Cirebon yang sudah
menganut agama islam.
Sebagai pusat pemerintahan raja - raja
yang pernah bertahta ditempat ini adalah Prabu Ajiguna Linggawisesa, yang
dikenal dengan sebutan Sanglumahing Kiding, Prabu Ragamulya atau Aki kolot,
Prabu Linggabuwana yang gugur pada peristiwa bubat, Rahyang Niskala
Wastukancana Yang meningalkan beberapa prasasti di Astana Gede ( situs kawali)
dan Dewa Niskala anak dari Rahyang Wastukancana. Di Situs Astana Gede Kawali Ciamis ini terdapat
6 buah Prasasti, Batu panglinggih, 2 buah Menhir, Mata air Cikawali, dan makam
para raja.
Lokasi peninggalan sejarah dan
purbakala ini tepatnya berada disebelah utara atau 27 km dari ibu kota kabupaten Ciamis letaknya berada
dikaki gunung sawal disebelah
selatan sungai cibulan, yang mengalir dari barat ke timur, disebelah timur
berupa parit kecil dari sungai cimuntur yang mengalir dari sebelah utara ke
selatan, sebelah utara sungai cikadongdong dan sebelah barat sungai
cigarunggang. Kedaan lingkungan situs ini merupakan hutan lindung yang
ditumbuhi dengan berbagai jenis tumbuhan, tanaman keras diantaranya termasuk
familia meliceae, lacocarpceae, euphorbiaceae, sapidanceae dan lain-lain,
tanaman palawija, rotan, salak, cengkih dll.
Penelitian di astana gede mulai
dilakukan pada jaman belanda, tetapi lebih menitik beratkan pada prasasti.
tahun 1914 Oudhekumdige Diens mengadakan inventarisasi data arkeologi di astana
gede ini. Tahun 1982 direktorat perlindungan pembinaan sejarah dan purbakala
jakarta mengadakan studi kelayakan pemugaran situs. Tahun 1984 mengadakan
pengujian arkeologi ( field check )di lapangan dalam rangka pembangunan
cungkup. Tahun 1993 tim puslit arkenas dan balar bandung mengadakan pedataan
arkeologis.
Hasilnya menunjujkan bahwa situs
astana gede kawali berasal dari masa prasejarah, klasik dan islam, seperti yang
telah disebutkan dimuka. sedangkan yang pertama menemukan adalah Thomas raffles
pada tahun 1817 diteruskan oleh gubernur jendral Dumer van twiest tahun 1853,
Priederik tahun 1855, Burumund tahun 1867, tuan Veth tahun 1896, Pleyte tahun
1911, De Haan tahun 1912 dan dipugar oleh puslit arkenas tahun 1984 - 1985
sedangkan pemagaran oleh suaka peninggalan sejarah dan purbakala dari banten
pada tahun 1992-1993 dan yang penuh mengekakavasi dari balar dan suak..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar